Tuesday, 22 December 2009

Utopia

Sudah lama sebenarnya keinginan buat nyusun uneg-uneg di blog baru, tapi baru kesampaian sekarang. Yach, tak apalah seperti falsafah orang Indonesia; lebih baik terlambat daripada tidak pernah sama sekali.haha..Begitu juga dengan uraian tentang Utopia. Sudah lama juga ingin ungkapkan beragam hal yang utopis terkait beragam intik-intrik dalam kehidupan berorganisasi. Terkait dengan, piciknya pikiran orang-orang yang mengaku sebagai kaum intelektual, para akademisi yang dengan berpedoman pada dalih-dalih fiktif tentang kebebasan, persaudaraan, persatuan, persamaan derajat, transparansi, dan satu kata yang sungguh sangat agung untuk didengungkan dan diteriakkan mulai dari jalanan hingga podium forum: DEMOKRASI. Sungguh semua itu penuh dengan kemunafikkan yang dilegalkan lisan dengan kata keikhlasan.

Sungguh munafik, mereka yang katanya kaum terpelajar, kaum intelektual yang berani mengkotak-kotakkan manusia menjadi liberalis, sosialis, teokratis, otorites,anarkhis, diktator, dan paham-paham lain, dengan menonjolkan bahwa merekalah yang paling benar karena mengusung demokratis. Mereka berteriak-teriak lantang tentang pentingnya perubahan yang mengedepankan kebebasan berpendapat, persamaan derajat, pemerintahan yang jujur dan transparan pada saat mereka masih di jalan. Dengan menggalang masa, mempengaruhi orang-orang muda yang masih labil dengan doktrin-doktrin idealis, penuh mimpi dan sangat indah hingga akhirnya tercapailah tujuan untuk berkuasa, dengan dalih "perubahan" untuk menggulingkan penguasa sebelumnya. Mereka gunakan dalil demokrasi, tapi sebenarnya tujuannya hanya untuk aristokrasi dengan cara-cara yang sejujurnya adalah cara pengecut yang anarkhis, dengan memanfaatkan masa. Selepas kekuasaan tergenggam mulailah terlupa dengan esensi dari demokrasi yang dijanji-janjikan, bertahap tapi pasti mulailah muncul sifat merasa berkuasa, kemudian menjalar menjadi sifat arogansi atas berbagai peringatan hingga muncullah aksi interfensi atas bidang-bidang lain lewat cara-cara yang unik, informal maupun formal yang dibingkai dengan gaya retorika ; mengumumkan bahwa sebagai pemimpin saya siap mengemban kepercayaan ini, maka serahkanlah pada saya urusan ini. Hingga anak kelas 3 SMP bisa menilai bahwa itulah yang dinamakan kepemimpinan otoriter selepas mereka membaca buku sejarah perang dunia II.

Tak usahlah jauh-jauh berpikir tentang kenegaraan, dalam kehidupan organisasi pun hal ini terjadi, contoh gampangnya dalam organisasi kampus. saat diri merasa lebih pintar, lebih mengetahui tentang konsep ini-konsep itu, lebih senior kemudian muncullah arogansi, egoisme, hingga akhirnya sifat merasa paling benar muncul. Setiap ada yang memprotes untuk mengingatkan dianggap salah dan khianat, padahal cuma urusan kecil. Lalu muncullah klasifikasi atas berbagai nama terhadap orang atau kelompok yang dinilai bertentangan. Ada nama kanan, kiri, hitam, putih, abu-abu, liberalis, kapitalis, sosialis, fundamentalis, konservatif..dan masih banyak lagi. Yah wajarlah itu semua, dah merupakan sikap manusia yang mudah terpedaya dengan indahnya popularitas, gemerlapnya penghormatan, serta empuknya kursi kekuasaan, hingga lupa janji-janji, esensi-esensi pada perjuangan sebelumnya.

Maka dari itu sungguh, sangat kudamba sebuah negeri, oh terlalu luas kalau untuk sebuah negeri, yah cukuplah sebuah tempat dimana tak ada pengkotak-kotakkan atas paham-paham fiktif, sepi dari pujian, slogan-slogan kebebasan, persamaan, keterbukaan tapi penuh dengan ucapan salam, sapaan, senyuman. Sebuah area yang tak apalah terbagi atas beberapa kelompok dengan warna yang berbeda tiap kelompok yang dengan teguh dan konsisten mempertahankan warna karakternya, tanpa ada sifat merasa paling benar, paling indah, paling lurus yang ditampakkan. Sebuah tempat yang terisi dengan orang-orang yang dihatinya tertanam bahwa apa yang dianutnya ialah yang paling benar tanpa pernah mengungkapkannya kepada rekan-rekannya yang terlihat berbeda. Mereka meyakini dengan sangat yakin, tapi sungkan untuk membandingkan dengan paham yang dianut orang lain.

Ku mendamba, berada di tengah orang-orang yang saling menghormati keyakinan rekan-rekannya.Mampu menempatkan diri dimanakah seharusnya saya berbicara atas dasar paham dan pendapat saya. dan tentunya benar-benar mampu menghayati adanya dua telinga, dua mata dan satu lisan di kepala mereka.

Hmmh, saya masih mendambakannya, yang berarti sampai saat ini..selama hampir 20 th saya menghirup nafas kehidupan nyaris belum pernah ku temui. Ah saya lupa, sudah pernah kutemui ternyata. Saat ku berimajinasi dan mulai kutuliskan perlahan dalam coretan tangan dan ketukan-ketukan di atas papan. Sudah pernah kutemukan ternyata..dalam imajinasi kata "UTOPIA" dari Sir Thomas More.."a Place of Ideal Perfection".

we'd gather around, all in a room, fasten our belts, engage in dialogue
we'd all slow down, rest without guilt, not lie without fear, disagree sans judgement

we would stay, and respond, and expand, and include, and allow,
and forgive, and enjoy, and evolve, and discern, and inquire, and accept, and admit,
and divulge, and open, and reach out, and speak up

This is utopia this is my utopia
This is my ideal my end in sight
Utopia this is my utopia
This is my nirvana
My ultimate

we'd open our arms,
we'd all jump in,
we'd all coast down,
into safety nets

we would share, and listen, and support, and welcome,
be propelled by passion, not invest in outcomes,
we would breathe, and be charmed,
and amused by difference,
be gentle and make room for every emotion

This is utopia this is my utopia
This is my ideal my end in sight
Utopia this is my utopia
This is my nirvana
My ultimate

we'd provide forums,
we'd all speak out,
we'd all be heard,
we'd all feel seen,

we'd rise post-obstacle, more defined more grateful,
we would heal, be humbled,and be unstoppable,
we'd hold close, and let go, and know when to do which,
we'd release, and disarm, and stand up, and feel safe

this is utopia this is my utopia
this is my ideal my end in sight
utopia this is my utopia
this is my nirvana
my ultimate
(Utopia-Alanis Morissette)

3 comments:

  1. Kang..like this very much
    mmg bner..manusia gampang brubah
    anyway, lagunya minta dunk kang..tq

    ReplyDelete
  2. Bang, keren nih blog barux..
    jd g ragu nih wat usung Bang Ajib wat calon Ketua BEM Pusat 2010/2011, mudah2an ga' lupa sm esensi perjuangan mahasiswa..smangat bang!!

    ReplyDelete
  3. betul lw ndi, gara2 abang kita ni maju, lainnya pada urungin niat..ga brani saingan sama abang kita ni, jadilah dia kandidat tunggal hahaha..

    maju truz bang jibjib !

    ReplyDelete